Peneliti Harus Perhatikan Kode Etik Penelitian

Begitu penting sebuah penelitian dilengkapi ethical clearance sebelum kegiatan penelitian dilakukan, yang artinya penelitian tersebut turut dalam menegakkan hak azasi manusia yang merupakan hak dasar, yang harus dilindungi, dihormati, dan tidak boleh diabaikan oleh siapapun termasuk insan peneliti.

Kuantitas penelitian di bidang kesehatan dan bidang terkait seperti keolahragaan dan biologi saat ini semakin meningkat. Universitas Negeri Semarang saat ini telah memiliki program studi Kesehatan Masyarakat, Biologi, serta Keolahragaan. Tak kurang dari 300 penelitian kesehatan dilakukan.

Peningkatan tersebut mengindikasikan urgensi pembentukan Komisi Etik Penelitian Kesehatan di lingkungan UNNES. Kehadiran Komisi Etik Penelitian Kesehatan UNNES diharapkan dapat meningkatkan kualitas penelitian yang dilakukan di bidang tersebut, khususnya pada penelitian yang menggunakan subjek manusia dan hewan coba.

Dalam rangka meningkatkan pemahaman pentingnya etik penelitian dan prosedur untuk mendapatkan etik penelitian, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Unnes menyelenggarakan Pelatihan Etik Tingkat Dasar, bekerja sama dengan Komisi Nasional Etik Penelitian Kesehatan (KNEP) Balitbang Kemenkes RI, Kamis – Jumat (28-30/5) di LP2M.

Pelatihan yang menghadirkan 5 (lima) narasumber dari KNEP Kemenkes RI dan KEPK FK Undip ini diikuti oleh 40 peserta baik dari KEPK Unnes maupun dari perguruan tinggi kesehatan lain di Provinsi Jateng dan DKI Jakarta. Melalui pelatihan ini, para peserta tersertifikasi ketrampilan etik dasar oleh KNEP Balitbang Kemenkes RI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *